Directed by Damien Chazelle; Produced by Marty Bowen, Damien Chazelle, Kevin Elam, Wyck Godfrey ; Writing credits Josh Singer, James R. Hansen ; Starring Ryan Gosling, Claire Foy, Jason Clarke, Kyle Chandler ; Cinematography Linus Sandgren ; Runtime 141 minutes ; Country USA ; Language English ; Budget $60,000,000 ;

Neil Armstrong: “That’s one small step for man, one giant leap for mankind. ”

first man

Storyline

Sebuah Biopic tentang kisah Astronot legendaris asal Amerika, Neil Armstrong, pada rentang tahun 1961-1969 dalam perjalanannya menjadi manusia pertama yang menginjakan kakinya di bulan. Memikul beban berat karena negaranya harus membiayai NASA dengan sangat mahal, Neil harus berhasil menaklukan misi paling berbahaya dalam sejarah perjalanan ke ruang angkasa.

Review

Digarap oleh sutradara La La Land, Damien Chazelle. First Man menggambarkan betapa rumit dan berbahayanya situasi dibelakang layar project Gemini dan Apollo. Mulai dari bagaimana para astronot di tes fisiknya untuk menyesuaikan dengan keadaan diluar angkasa dengan diombang ambing di simulator, hingga pengujian prototype pesawat yang sangat berbahaya.

Opening film dibuka dengan cukup intens, lumayan buat dada berdebar-debar saat menyaksikan Neil Armstrong (Ryan Gosling) bertarung untuk menjaga pesawatnya agar tidak melayang bebas ke luar angkasa. Eksekusi opening ini sangat tajam sehingga berhasil membuat mata kita tidak teralih dari layar.

Dunia sudah tau Neil sebagai orang yang pertama kali menginjakkan kakinya di bulan. Tapi dibalik semua itu, ternyata ia merupakan figur pendiam yang bergestur seperti robot dan hanya fokus terhadap karirnya sebagai seorang astronot. Dan karakter tersebut dimainkan dengan cukup baik oleh Ryan Gosling.

Dialog yang minim di film ini nyatanya tidak menjadi nilai minus, karena cerita bisa kita pahami hanya dari latar dan ekspresi wajah yang sering di closeup oleh sinematografer Linus Sandgren.

Dari pertengahan film kita bisa tau jika fokus utama film ini adalah tentang pengorbanan. Neil dihadapkan pada pilihan berat untuk memilih antara keluarga, atau menjalankan misi yang paling mengancam nyawa. Film ini menggambarkan stereotype pria Amerika dimana istri dan anaknya mengkhawatirkan keselamatan ayah dan masa depan keluarganya, Neil justru bersikap pasif dan fokus terhadap karir dan bagaimana caranya menafkahi keluarga. Dan hal ini pun jadi salah satu kekurangan film ini dimana penonton bisa jadi kurang berempati pada setiap hal buruk yang menimpa Neil, bahkanpun saat Neil mengenang putrinya yang meninggal.

Secara keseluruhan, First Man adalah film yang bagus, film yang punya potensi “bikin ngantuk” ini berhasil tersaji segar akibat penyutradaraan yang rapi dan musik yang berhasil meningkatkan tensi dari Justin Hurwitz. Hanya saja, film-film yang bersetting di ruang angkasa seperti ini sudah banyak bermunculan sebelumnya. Interstellar dan Gravity contohnya, telah melakukan hal yang sama dengan visual dan bahkan tone yang hampir mirip, sehingga membuat penonton tidak akan merasakan “cinta pertama” saat melihat First Man.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.