Directed by David Fincher; Produced by Grant Curtis, Ivan Raimi, Joseph Drake, Nathan Kahane, Cristen Carr Strubbe, Rob Tapert ; Writing credits Ivan Raimi, Sam Raimi ; Story by John Carney, Simon Carmody ; Starring Brad Pitt, Edward Norton, Meat Loaf, Helena Bonham-Carter, Jared Leto ; Cinematography Peter Deming ; Runtime 139 minutes ; Country USA ; Language English ; Budget $30 million

Narrator: When you have insomnia, you’re never really asleep… and you’re never really awake. “

Susah juga buat review film ini, apalagi nontonnya. Selain filmnya rada belibet di awal. Camera work ala-ala David Fincher juga lumayan buat mata pusing. Nonton film ini itu seperti perhatiin cewek, kita harus memperhatikan setiap detail terkecil yang kita pikir gak berguna padahal BOOM! kalau udah liat endingnya, dijamin bakal mau nonton film ini untuk kedua kalinya atau lebih. Nulis review Fight Club tanpa spoiler memang ibarat masak sayur gapake garam. Jadi kalau mau baca lanjut, SPOILER ALERT!

Storyline

Seorang narator (Edward Norton) yang di film ini tidak disebutkan namanya mengalami insomnia dan ia terjebak dalam sebuah fantasi saat ia mencoba untuk melarikan diri dari kehidupannya yang membosankan. Dia mencoba bergabung dengan kelompok penderita kanker namun satu-satunya hal yang mereka lakukan dalam kelompok tersebut hanya menangis dipelukan orang lain. Saat kemudian dia berada di pesawat, narator kemudian bertemu dengan Tyler Durden (Brad Pitt), seorang bandar sabun mandi. Tak lama mereka menjadi dekat, lalu mereka menjalankan aktivitas yang sangat unik, mereka dengan tanpa alasan bertarung satu sama lain. Akhirnya kelakuan mereka dilihat banyak orang yang akhirnya bergabung dengan narator dan Tyler dan akhir nya membuka komunitas bernama Fight Club yang hanya memiliki 8 aturan sederhana yang ditetapkan oleh Tyler.

1st RULE: You do not talk about FIGHT CLUB.
2nd RULE: You DO NOT talk about FIGHT CLUB.
3rd RULE: If someone says “stop” or goes limp, taps out the fight is over.
4th RULE: Only two guys to a fight.
5th RULE: One fight at a time.
6th RULE: No shirts, no shoes.
7th RULE: Fights will go on as long as they have to.
8th RULE: If this is your first night at FIGHT CLUB, you HAVE to fight.

Review

Fight Club adalah sebuah dark drama yang penuh dengan dark komedi dan tentunya memiliki twist ending yang lumayan memorable. Ending di Fight Club adalah adegan yang paling penting dalam film ini dan sang sutradara David Fincher memutuskan untuk “memulai” film di 30 menit terakhir. Secara licik ia sengaja menaruh kejutan besar yang sebenarnya sudah bisa diprediksi karena film ini lumayan aneh. 

Fight Club lebih dari sekedar komunitas orang-orang aneh yang berkelahi untuk melupakan masalah hidup yang sedang dilalui. Bahkan ada yang gabung Fight Club untuk sekedar asyik-asyikan seperti yang Jared Leto tunjukkan di film ini. Narator dan Tyler mengubah Fight Club jadi organisasi kriminal/ gangster yang tersusun rapi. Dan penampilan Helena Bonham-Carter sebagai “Marla” pacar si narator juga membuat film ini jadi makin hidup, karena narator fikir ada hubungan yang yang aneh antara Marla dan Tyler.

Dan kenyataan bahwa kita tidak pernah mengetahui nama asli narator dikeseluruhan film adalah bagian paling penting dari plot twist ini. Ketika kita tahu bahwa Tyler sebenarnya hanya proyeksi diri narator, seluruh pemahaman kita tentang film ini akan berubah. Tyler sebenarnya adalah sebuah jati diri dari apa yang narator inginkan.

Sepanjang film, penampilan fisik narator memburuk sementara Tyler terus terlihat lebih ganteng. Ini adalah keputusan cerdas yang dibuat oleh David Fincher. “We decided early on that I would start to starve myself as the film went on, while he would lift and go to tanning beds; he would become more and more idealized as I wasted away.” – David Fincher

Fakta bahwa penampilan fisik narator terus memburuk sebenarnya menunjukkan bagaimana sebenarnya kondisi mentalnya menjadi lebih buruk dan terus memburuk. Ini bukan hanya karena insomnia nya, tetapi juga karena dia benar-benar ingin menjadi sosok Tyler. Tyler sangat maskulin, keren, dan percaya diri, dan semua itu adalah sesuatu yang tidak dimiliki oleh narator. Narator berjuang di Fight Club untuk membuat dirinya lebih maskulin. Inilah sebabnya mengapa penampilan Tyler menjadi lebih ideal, sementara narator memburuk. 

Fight Club adalah film ke dua David Fincher yang saya tonton setelah Se7en. David Fincher sendiri terkenal dengan gaya moving camera nya yang kebetulan terlihat lagi di film ini. Apa yang unik di film ini sebenarnya adalah “penampakan Tyler Durden” diawal narrator mengalami insomnia, yang kita hanya bisa lihat jika kita benar-benar teliti.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.